Minggu, 16 Oktober 2016

Norma & Etika Dalam Produksi



Norma & Etika Dalam Produksi
Pengertian Norma & Etika
            Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaanmanusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal darikata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah danukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.
            Norma adalah suatu tatanan hidup yang berupa aturan - aturan dalam pergaulan hidup pada masyarakat. Sebuah norma adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, taitu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal lain yang hakikatnya, ukurannya, serta kualitasnya kita ragukan. Norma berguna untuk menilai baik-buruknya tindakan masyarakat sehari-hari. SEbuah norma bisa bersifat objektif dan bisa pula bersifat subjektif. BIla norma objektif adalah norma yang dapat diterapkan diterapkan secara langsung apa adanya, maka norma subjektif adalah norma yang bersifat moral dan tidak dapat emmberikuan ukuran atau patokan yang memadai.
Pengertian Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan/menghasilkan atau menambah nilai guna terhadap suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan oleh orang atau badan (produsen). Produksi diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang sehingga lebih bermanfaat. Misalnya pertukangan dan kerajinan

Tujuan Produksi antara lain
·           Memperbanyak jumlah barang dan jasa
·           Menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi
·           Memenuhi kebutuhan sesuai dengan peradaban
·           Mengganti barang-barang yang rusak atau habis
·           Memenuhi pasar dalam negeri untuk perusahaan dan rumah tangga
·           Memenuhi pasar internasional
·           Meningkatkan kemakmuran


Etika dalam Produksi Barang dan Jasa
Kegiatan produksi berarti membuat nilai manfaat atas suatu barang atau jasa. Produksi dalam hal ini tidak diartikan dengan membentuk fisik saja. Sehingga kegiatan produksi mempunyai fungsi menciptakan barang dan jumlah yang tepat. Oleh karena itu, dalam proses produksi biasanya perusahaan menekankan agar produk yang dihasilkan mengeluarkan biaya yang murah, melalui pendayagunaan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan, didukung dengan inovasi dan kreativitas untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Misalnya berproduksi dengan cara konvensional/tradisional, tetapi sekarang dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna.
Jika kegiatan produksi ini berstandar dunia, maka harus berdasarkan standar dunia yang diakui misaknya ISO 9000 tentanh peningkatan kualitas prodyksi ataupun ISO 14000 tentang peningkatan pola produksi berwawasan lingkungan, membangun pabrik atau perusahaan yang ramah lingkungan (go green) dengan sasaran pada keselamatan kerja, kesehatan dan lingkungan yang maksimal dengan limbah nol.
Hukum harus dijadikan sarana pencegahan bagi pelaku bisnis. Perilaku pelaku bisnis yang dapat membahayakan masyarakat dalam memproduksi barang dan jasa harus dijerat dengan norma-norma hukum yang berlaku sehingga masyarakat umum tidak dirugikan dan pemerintah juga ikut membina pelaku-pelaku bisnis di Indonesia agar memiliki moral dan etika bisnis yang baik sehingga diharapkan dapat bermanfaat.
Kesimpulannya
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.

Dalam etika bisnis yang perlu kita perhatikan
·           Nilai Nilai merupakan aturan main yang dibuat pengusaha dan menjadi patokan dalam berusaha
·           Hak dan Kewajiban Pengusaha yang mengerti etika akan meminta haknya sebagai pihak yang mendapat keuntungan dari hasil usaha, namun ia juga memahami kewajibannya. Misalnya menggaji karyawan, membayar pajak dan sebagainya.


Sumber-sumber

Senin, 30 November 2015

CSR PT. Artajasa Pembayaran Elektronis (ARTAJASA)



CSR  (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) PT . Artajasa Pembayaran Elektronis (ARTAJASA)
Tentang Artajasa / Sekilas


Membuat hidup lebih mudah merupakan bagian dari tujuan didirikannya PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ARTAJASA). Dengan berlandaskan kepada nilai-nilai perusahaan yaitu Customer Oriented, Innovation, Teamwork dan Adaptability, ARTAJASA berusaha untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam rangka mewujudkan impiannya, ARTAJASA telah bekerjasama dengan para mitra bisnis seperti industri perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia. Kerjasama yang terjalin yaitu dalam hal memberikan solusi layanan transaksi elektronis, yang memungkinkan mitra bisnis bisa menyediakan produk dan jasa yang beragam kepada nasabahnya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dengan biaya yang lebih efisien.

Hal ini yang menjadikan ARTAJASA sebagai mitra terpercaya yang juga merupakan suatu kebanggaan bagi ARTAJASA disamping menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam industri perbankan serta lembaga keuangan di Indonesia.

Kepercayaan yang diperoleh merupakan suatu pembuktian dari kemampuan dan komitmen ARTAJASA. ARTAJASA memiliki tim yang handal dengan pengetahuan teknis yang mendalam dan berpandangan jauh ke depan sehingga mampu memberikan layanan, produk atau jasa yang tepat serta solusi inovatif bagi mitra bisnis terutama di bidang industri transaksi elektronis
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan salah satu elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari aktifitas rutin suatu perusahaan. Pentingnya CSR bahkan telah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap perusahaan saat ini. Hal inilah yang akan dijadikan program prioritas oleh Artajasa dalam upaya menciptakan sebuah sinergi yang baik antara usaha yang dijalankan dengan tanggung jawab kepada lingkungan sekitar. Dengan turut berperan membangun masyarakat inilah, diharapkan dapat menciptakan image positif bagi Artajasa sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat, membangun public awareness atas program-program CSR yang dilakukan Artajasa dan meningkatkan brand awareness produk-produk Artajasa di mata masyarakat.
Beberapa program CSR yang telah dilakukan:

·         Pembangunan SMAN 1 Cigalontang - Tasikmalaya oleh Artajasa

Setelah medio Desember 2009 lalu dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama untuk bantuan pembangunan gedung sekolah SMAN 1 Cigalontang, pada akhir Maret 2010 lalu pembangunan gedung sekolah tersebut pun rampung. Dan pada 14 April 2010, bersamaan dengan acara perpisahan kelas 3, Peresmian Gedung Sekolah SMAN 1 Cigalontang pun resmi dilakukan oleh Jajaran Manajemen Artajasa. Prosesi seremonial peresmian gedung sekolah ditandatangani langsung oleh Arya Damar, Direktur Utama Artajasa dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Camat Cigalontang, Perwakilan Kepolisian Daerah Tasikmalaya, Jajaran Komite Sekolah, Para Guru & Murid SMAN 1 Cigalontang, Perwakilan Orang Tua Murid, serta Perwakilan Media Nasional dan Daerah.
Dalam sambutannya, Arya mengatakan pembangunan ini merupakan wujud kepedulian Artajasa terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Dengan terealisasinya pembangunan ini artinya sektor swasta pun turut meringankan tugas pemerintah. Sudah selayaknya antara swasta dan pemerintah saling bersinergi demi memajukan pendidikan nasional. Arya juga menambahkan semoga dukungan yang diberikan Artajasa ini dapat bermanfaat dan membantu kegiatan belajar mengajar serta prestasi akademik murid-murid SMAN 1 Cigalontang.
Bantuan yang diberikan Artajasa adalah berupa 3 Ruang Kelas dan 1 Ruang Bimbingan Penyuluhan beserta perlengkapannya, dengan total nilai sekitar Rp 280 juta. Kedepannya untuk program CSR, Artajasa berencana tetap fokus pada bidang pendidikan dan mencoba untuk mengkaji bidang-bidang lain.

·         25 Mahasiswa Berprestasi Raih Beasiswa Artajasa

Artajasa menyerahkan Beasiswa kepada 25 mahasiswa berprestasi yang berasal dari berbagai Universitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Para mahasiswa penerima Beasiswa Artajasa tersebut merupakan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik memuaskan, namun memiliki keterbatasan dari segi finansial dalam melaksanakan studinya. Mereka merupakan para mahasiswa yang berasal dari program studi Teknik Informatika / Ilmu Komputer / Teknik Industri / Teknik Elektro  dan telah melalui berbagai seleksi yang sebelumnya dilakukan Artajasa, mulai dari seleksi administrasi, tes ability dan tes wawancara serta dianggap telah memenuhi persyaratan untuk memperoleh Beasiswa Artajasa ini.

·         Dukung Penanggulangan Penyakit Mata di Usia Dini, Artajasa Lakukan Pemeriksaan Mata Terhadap Murid-Murid SDN Dadap 3

Sebagai upaya mengurangi angka penderita penyakit mata dan kebutaan di tanah air, pada 13 Desember 2011, Artajasa mengadakan pemeriksaan mata gratis bagi murid-murid SDN Dadap 3 Tangerang. Arya Damar - Direktur Utama Artajasa mengatakan salah satu cara menanggulangi kebutaan adalah dengan melakukan pemeriksaan mata sedini mungkin. Karena kelainan dalam penglihatan tentunya bisa berdampak kebutaan nantinya. “Saat ini usia sekolah dasar merupakan usia yang paling rentan menderita kebutaan. Dan untuk melakukan pemeriksaan mata pun membutuhkan biaya yang tidak murah. Oleh karena itulah, Artajasa menaruh perhatian khusus pada permasalahan ini dengan mengadakan pemeriksaan mata gratis khusus bagi anak-anak sekolah dasar di pinggiran ibukota yang mengalami kesulitan biaya periksa mata,” ujar Arya.

Sebanyak 350 murid SDN Dadap 3 Tangerang melakukan pemeriksaan mata dengan menggunakan refraktor dan visus-scanner, alat yang dapat mendeteksi ketajaman penglihatan seseorang. Bila seseorang mengalami masalah pada penglihatannya, dipastikan akan terdeteksi oleh alat tersebut. Bagi murid yang mengalami indikasi mata minus atau plus, maka Artajasa pun akan memberikan kacamata secara gratis.

·        Peresmian Program Bakti Artajasa: Pemberdayaan Masyarakat Nagrak

Sebagai wujud kepedulian sekaligus peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah pinggiran Jakarta, pada 20 Desember 2011 lalu Artajasa melakukan peresmian program pemberdayaan masyarakat, berupa penggemukan domba dan pembangunan saung baca bagi masyarakat di wilayah Desa Nagrak – Ciangsana, Gunung Putri, Bogor. Bekerjasama dengan Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Universitas Trisakti, program ini menjaring 35 warga Desa Nagrak untuk mengelola 70 ekor domba yang akan digemukkan selama satu tahun di lahan milik Universitas Trisakti. Sementara pembangunan saung baca diperuntukkan sebagai media informasi yang dapat menambah pengetahuan warga masyarakat di Desa Nagrak.

Program ini sendiri dibuka secara resmi oleh Arya Damar – Direktur Utama Artajasa, Hendra Januar – Direktur Artajasa, SWD Murniastuti – Direktur Artajasa, Prof. Dr. Thoby Mutis - Rektor Universitas Trisakti dan Maria Rosaline Nindita Radyati Ph.D - Direktur CECT Trisakti dan dihadiri oleh tokoh masyarakat Desa Nagrak dan masyarakat sekitar. Diharapkan program ini akan menjadi pilot-project terciptanya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan keberhasilan program ini dapat diimplementasikan di wilayah lain untuk mendukung perekonomian wilayah tersebut.

·        Pemeriksaan Kesehatan Bagi Siswa SD-SMP Juara Oleh Artajasa

Sebagai bentuk kepedulian korporasi terhadap dunia pendidikan di tanah air, Artajasa kembali melaksanakan kegiatan rutin Corporate Social Responsibility (CSR) untuk tahun 2012. Kegiatan CSR tahun 2012 ini difokuskan pada pemeriksaan kesehatan bagi siswa dan dilaksanakan di tiga sekolah, yaitu SMP Juara Bandung pada 18 Desember 2012, SD Juara Jakarta Selatan pada 20 Desember 2012 dan SD Juara Jakarta Pusat pada 21 Desember 2012.
Bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada siswa tersebut diantaranya pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi, cek darah, rontgen thorax dan pemberian makanan tambahan.
Program pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi salah satu elemen dalam butir pencapaian tujuan Millennium Development Goals (MDGs), yaitu memerangi penyakit menular dan menjadi langkah awal dari rencana pelaksanaan program CSR jangka panjang Artajasa.

·        CSR Competition

Seperti pembahasan di edisi sebelumnya, sebagai rangkaian kegiatan “Artajasa Competition 2013” juga diadakan kegaiatn Corporate Social Responsibility (CSR) Competition. Kegiatan ini diselenggarakan pada 15-16 Juni 2013 dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan Artajasa yang tergabung di 12 kelompok. Pemilihan jenis kegiatan CSR yang dilaksanakan pun sesuai dari hasil undian yang mengacu pada empat jenis CSR yaitu Cause Promotions, Corporate Social Marketing, Community Volunteering dan Socially Responsible Business Practices, serta yang menjadi tujuan lokasi adalah di sekitar Jabodetabek. Berikut adalah rekaman beberapa kegiatannya:
1.      Tim Customer Oriented melakukan Community Volunteering yang bertema “Artajasa Care for Disability”
2.      Tim Innovation    melakukan Corporate Social Marketing    yang bertema “Safety Riding bagi pengendara motor & edukasi layanan ATM Bersama”
3.      Tim Adaptability melakukan Cause Promotions yang bertema “Pemberdayaan Ekonomi Mikro Daerah Kembangan”
4.      Tim ATM Bersama melakukan Cause Promotions yang bertema “Edukasi pengelolaan keuangan melalui Kampoeng Main ATM Bersama”
5.      Tim Gapura melakukan    Socially Responsible Business Practices    yang bertema “Rehabilitasi Sungai Ciliwung untuk Mengurangi Resiko Bencana Banjir”
6.      Tim Flash melakukan Socially Responsible Business Practices yang bertema “Sosialisasi E-Commerce bagi peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM)”
7.      Tim Dynamic melakukan Corporate Social Marketing yang bertema “Safety Riding bagi pengendara sepada & Safety Transaction Campaign”
8.      Tim Teamwork melakukan Community Volunteering yang bertema ”Edukasi mengenai uang bagi anak-anak”
9.      Tim Trustworthy melakukan Socially Responsible Business Practices yang bertema “Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan jiwa entrepreneurship (bubur kertas)”
10.  Tim Remittance    melakukan Corporate Social Marketing    yang bertema “Edukasi layanan elektronis "Melek" bersama Artajasa”
11.  Tim Bill Payment melakukan Cause Promotions    yang bertema “Pelatihan Pembukaan Payment Point bagi karang taruna”
12.  Tim EDC melakukan Community Volunteering    yang bertema “Creative With Books: Perbaikan Taman Baca Anak dan Pelatihan Komputer Bagi Anak-anak”

·        Workshop CSR Artajasa "Kajian Penilaian Kebutuhan Pengembangan UMKM di Kabupaten Karawang"

Sebagai langkah tindak lanjut dari program Corporate Social Responsibility (CSR) jangka panjang, Artajasa mengadakan workshop mengenai “Kajian Penilaian Kebutuhan Pengembangan UMKM di Kabupaten Karawang” pada 27 November 2013 lalu bertempat di Meeting Room Restoran Indo Alam Sari, Karawang Jawa Barat. Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran regulator daerah mulai dari Kepala SKPD Kabupaten Karawang: Bappeda, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustiran, Perdagangan, Pertambangan dan Energi, Asosiasi UMKM Karawang (AIMA, AIKA, Dekranasda), perbankan (BJB), akademisi, hingga perwakilan rumah tangga UKM di wilayah studi. Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai hasil kajian dari serangkaian kegiatan pengumpulan data yang telah dilakukan oleh Tim, mulai kajian data sekunder, survey dan kuisioner,  wawancara mendalam ke berbagai narasumber, serta Focus Group Discussion (FGD) sebagai dasar dalam menyusun rencana tindak lanjut dan sinergi multipihak terkait pengembangan  di wilayah Kabupaten Karawang. Pertemuan tersebut diprakarsai oleh Laboratorium Manajemen Fakultas Ekonomi (LMFE) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dibantu Indocita Consultant. Sebagai informasi, program CSR jangka panjang Artajasa telah dimulai sejak pertengahan 2013 lalu dengan mengambil tema Pemberdayaan UMKM Melalui Penguatan Manajemen Usaha Permodalan, yang dilaksanakan di Karawang. Sebagai langkah awal dari program ini dilakukan penelitian dan pengkajian di wilayah studi dengan tenaga ahli dari LMFE Unpad dan Indocita Consultant. Selanjutnya dari hasil penelitian ini akan menjadi tindak lanjut menuju program implementasi di tahun 2014.


Sumber :
http://www.artajasa.co.id







PENGANGGURAN



Pengertian Pengangguran Dan Jenis/Macam Pengangguran : Friksional, Struktural, Musiman & Siklikal

Pengertian Pengangguran Dan Jenis/Macam Pengangguran : Friksional, Struktural, Musiman & Siklikal
A.      Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran 
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
B.     Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%

C. Jenis & Macam Pengangguran
1.      Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
2. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
3. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
4. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tambahan :
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.
Sumber :
http://jurnalnasional.com/?med=Koran%20Harian&sec=Opini&rbrk=&id=64173&detail=Opini

PENGAMEN



PENGAMEN
PENGERTIAN PENGAMEN
                                                   
1.       Pengertian pengamen
Pengertian yang pengamen dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Dalam kamus online pengamen ditulis sebagai “beg while singing playing musical instruments or reciting prayers, atau be persistent (memaksa).” Jadi pengertian-pengertian yang diberikan dalam beberapa kamus pengertiannya hampir sama. Kegiatan bermain musik dari satu tempat ke tempat lain dengan mengharapkan imbalan sukarela atas pertunjukan yang mereka suguhkan. Namun karya yang mereka suguhkan berbeda-beda, baik dari segi bentuk dan kwalitas maupun performanya.
Oleh sebab itu pengamen bahkan sering disebut pula identik sebagai penyanyi jalanan yang ada di perkotaan atau setempat, sementara itu musik-musik yang dimainkan umumnya disebut sebagai Musik Jalanan. Pengertian antara musik jalanan dengan penyanyi jalanan secara terminology (bahasa) tidaklah sederhana, karena musik jalanan dan penyanyi jalanan masing-masing mempunyai disiplin dan pengertian yang spesifik bahkan dapat dikatakan suatu bentuk dari sebuah warna musik yang berkembang di dunia kesenian.
2.       Perbedaan Ngamen Dengan Pengamen
Ngamen jika kita lihat dari sisi yang aktif dapat diartikan menjual “keahlian”, khususnya dalam bidang musik yang dapat  berpindah-pindah tempat atau berkeliling dari stau tempat ke tempat yang lain missal ada di warung, depan took atau rumah, dijalanan, lampu merah yang mempunyai simpang-simpang jalan, sedangkan pengamen ituadalah  orang-orang yang melakukan kegiatan ngamen tersebut. Menjual keahlian karena dilihat dari sejarahnya banyak pengamen di kota-kota memang berlatar belakang sebagai pemain yang mempunyai musik-musik yang tinggi. maka dengan teman-temannya (pengamen) dia menggantungkan hidup dari kegiatan bermain musik keliling dengan menjual jasa secara suka rela, namun dengan harapan ada balasan berupa materi (uang). Kegiatan ini sudah ada yang melakukannya sebelum penamen-pengamen baru yang timbul dijaman sekarang ini. Mengamen bisa di katakan sebagai meminta sesuatu (uang) dengan usaha yg seminimal mungkin.
Jadi engamen merupakan sesuatu yang sering bahkan sangat sering sekali kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi masyarakat perkotaan. Pengamen merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita, karena hampir di setiap tempat “mereka pengamen” hadir membawakan lagu-lagu mulai dari lagulagu yang beranekaragam sepertilagu band, dangdut, country, kroncong, pop, slow rook dan setersusnya. Juga ada yang menggunakan bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Juga ada pengamen yang hanya sendiri, bahkan sampai - sampai berkelompok dengan membawa alat-alat yang ada pada mereka. Bahkan demikian juga banyak juga yang ada pengamen yang sama sekali tidak menggunakan istrumen musik sampai menggunakan beragam alat musik lainya.
3.      Sebab Akibat Adanya Pengamen
Sering kali saya meliahat, ketika saya sedang berada di daerah perkotaan, pasar-pasar, dan sebagainya. Disitu sangatlah banyak pemandangan-pemandangan yang tidak layak untuk di lihat, diantaranya para pengamen. Factor apakah yang mempengaruhi para pengamen selalu ada di tempat-tempat keramain, kemudian apa penyebabnya sehingga munculnya para pengamen? Factor utama yang mempengaruhi adanya para pengamen di karenakan factor kepribadiannya masing-masing, situasi dan kondisi internal maupun external. Contoh dari dampak internal, tidak mau berkerja keras, tidak bersungguh-sungguh dalam pembelajaran di sekolah, yang menyebabkan tidak mempunyai keahlian untuk mempunyai penghasilan dengan cara yang selayaknya. Disitulah timbulnya keterpaksaan untuk menjadi pengamen. Tapi saya tidak sepenuhnya menyalahkan terhadap factor internal mereka.namun, mungkin ada factor exsternal yang lebih mempengaruhi sehingga mereka terjun kedunia pengamen salah satu diantaranya tidak adanya lowongan pekerjaan yang memungkinkan untuk mereka bekerja, dan factor sebagainya. Akibat dari banyaknya pengamen timbulah dampak negative, diantaranya mengganggu kenyamanan para pengemudi dijalannan, memberikan contoh yang tidak baik bagi yang melihat karna dapat menghasilkan generasi pemalas, akibat intinya, pengamen mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Bagaimana solusi untuk menanggulangi prihal seperti di atas…..?????????
Soluinya yaitu pemerintah harus bisa mempasilitasi masyarakat yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang pekerjaan, memberikan pelatihan, agar mereka mempunyai cara mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang selayaknya, kemudian pemerintah membuat perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan apa yang telah dipelajari pada pelatihan tersebut. Intinya pemerintah harus memberikan lowongan pekerjaan terhadap mereka yang menjadi pengangguran, agar mereka mendapatkan pekerjaan yang layak. 
Refrensi:
http://dimasabduljabbar77.blogspot.co.id/2013/12/sebab-dan-akibat-ada-pengamen.html
http://bakaruddin-pea.blogspot.co.id/2012/11/pengamen.html